WhatsApp
BMU Logo Small
Corporate Social Responsibility
PT Brawijaya Multi Usaha Beri Bantuan Laptop, Dukung Impian Calon Dokter Kurang Mampu di UB

PT Brawijaya Multi Usaha Beri Bantuan Laptop, Dukung Impian Calon Dokter Kurang Mampu di UB

Malang – Kisah inspiratif datang dari Putri Caesal Prisilia (17), seorang calon mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya asal Kota Malang. Meski berasal dari keluarga kurang mampu, dengan ayah yang berprofesi sebagai penjual batagor, Putri berhasil menembus ketatnya seleksi masuk UB melalui jalur SNBP, sebuah pencapaian luar biasa yang menarik perhatian pihak universitas.

Pada Kamis (18/07), Putri menerima bantuan pendidikan komprehensif, salah satunya berupa satu unit laptop dari PT Brawijaya Multi Usaha. Bantuan ini merupakan hasil kolaborasi antara UB, BAZIS UB, dan BMU. Penyerahan bantuan dilakukan langsung di kediaman Putri di Bunulrejo, Kota Malang, oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Brawijaya Multi Usaha, Lalu Roby Rajafi, S.E., M.Ak., bersama Wakil Rektor I UB, Prof. Imam.

Lalu Roby Rajafi menjelaskan bahwa pemberian laptop ini merupakan bagian integral dari program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) yang dijalankan PT Brawijaya Multi Usaha. "Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan universitas dalam memberikan manfaat kepada masyarakat," ujarnya, menegaskan peran aktif perusahaan dalam mendukung pendidikan.

Selain laptop dari BMU, bantuan yang diterima Putri juga mencakup beasiswa tunai Rp3 juta dari BAZIS UB, serta kemudahan berupa penundaan dan keringanan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) dari kampus. Penyerahan bantuan ini turut disaksikan oleh orang tua Putri dan perwakilan kampus.

Putri tidak pernah gentar bermimpi tinggi di dunia pendidikan, meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi. Sejak SMA, ia aktif mengikuti berbagai perlombaan dan mendapatkan bantuan afirmasi. Kecintaannya pada Biologi dan IPA mendorongnya untuk memilih Fakultas Kedokteran UB sebagai jembatan menuju karier dokternya.

"Awalnya saya sempat hopeless, karena kedokteran itu kan mahal. 'Emang bisa jadi dokter dari keluarga kecil kaya gini?' Sebenarnya masuk UB juga nekat, daftar dulu untuk coba dulu," ungkap Putri, mengenang keraguannya di awal.

Prof. Imam, Wakil Rektor I UB, menyatakan bahwa pemberian beasiswa ini adalah bentuk penghargaan UB terhadap semangat dan prestasi Putri. "UB ingin memastikan setiap calon mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu dapat melanjutkan pendidikannya tanpa terhalang faktor ekonomi," tegasnya. Beliau juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga zakat dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. "Sinergi ini diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda yang berpotensi," tambahnya.

Putri mengungkapkan rasa syukurnya yang mendalam atas bantuan ini. Ia berharap dapat menempuh pendidikan kedokteran dengan lancar dan kelak bisa memberikan kontribusi nyata di bidang kesehatan, baik untuk universitas melalui riset dan pengembangan, maupun untuk masyarakat dan keluarganya. Ayah Putri juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Brawijaya, BAZIS UB, dan PT Brawijaya Multi Usaha atas dukungan yang diberikan. Ia berharap bantuan ini menjadi langkah awal yang baik bagi masa depan putrinya.